Skip to content

Musik dari Tempat Tidur – Adhitia Sofyan

Judul Album : Quiet Down – Bedroom Recordings Vol.1
Artis : Adhitia Sofyan
Label : Zapato Records
Tahun Rilis : 2009

Album Adhitia Sofyan (Foto Denny Sakrie)

Album Adhitia Sofyan (Foto Denny Sakrie)

Bikin musik indah tak harus berkutat di studio megah.Musik indah pun bisa mencuat dari sebuah kamar tidur. Bermain musik pun tak perlu megah.Dengan ditemani sebuah instrumen musik pun mampu menyemburatkan harmoni yang mengkilik sanubari.gak percaya ?.
Adhitia Sofyan menulis lagu sekaligus merekamnya di kamar tidurnya.Dia memainkan gitar akustik.Lalu mengimbuh dengan sedikit bunyi keyboard.Minimalis memang.Tapi toh tetap menyembulkan harmoni yang menyegarkan.Dia memilih genre folk.Genre yang sempat merebak luas di akhir 60-an hingga paruh 70-an.Gerakan folk di Amerika Serikat v yang bercita rasa kontemporer menyeruak dari kawasan Laurel Canyon.
Dan Adhitia Sofyan pun dengan suaranya yang renyah,terasa lebih intim dengan penyimaknya.
Penyimak musik sekarang setidaknya,akan selalu membandingkan Adhitia dengan Jack Johnson atau John Mayer.Tapi penyimak yang lebih dewasa seolah terseret pada jaman James Taylor,Arlo Guthrie,Simon & Garfunkel memetik gitar akustik sambil bersenandung.
Ada 11 lagu di album yang diberi tajuk “Quiet Down”.Kesemuanya ditulis dalam bahasa Inggeris,kecuali “Memilihmu”.Tapi notasi dan harmoni “Memilihmu” yang justeru lebih mengemuka dibanding lagu-lagu lainnya.

Tracklist

1.Adelaide Sky
2.Memilihmu
3.Blue Sky Collapse
4.Invisible
5.Greatest Cure
6.In To You
7.Reality
8.Deadly Storm Lightning Thunder
9.W.Y.L
10.City Of Flowers
11.Number One

Advertisements

Rara Ragadi Menyajikan Art Rock Fusion Di Akhir Era 70an

Rara Ragadi adalah band Jakarta yang terdiri atas Iwan “Luke” Arshad (vokal,keyboard),Riza Riza Arshad (keyboard), Raidy Noor (bass,gitar) dan Cendi Luntungan (drums) serta Sisca Hawadi (vokal).Album debut Rara Ragadi dirilis pada tahun 1979 oleh Duba Record.Di dalam liner note nya Rara Ragadi menyebut musik mereka Art Rock Fusion.Jadi semacam perpaduan jazz rock fusion dan art rock. Nama Rara Ragadi diangkat dari nama tokoh komik wayang seorang srikandi pembela kebenaran.

Entah kenapa album ini kini sangat sulit dicari.Seorang pedagang kaset bekas pernah mematok harga sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu. Ketika album Rara Ragadi ini masuk dalam deretan 150 Album Terbaik Rolling Stone Indonesia di tahun 2007,serta merta value album ini kian membumbung tinggi.

Sampul album Rara Ragadi yang dirilis Duba Record tahun 1979

Sampul album Rara Ragadi yang dirilis Duba Record tahun 1979

Freddy Tamaela dan Ambon Jazz Rock Reggae

Mendiang Freddie Tamaela sebetulnya telah malang melintang di khazanah musik Indonesia sejak era 70an, mulai dari band ATS kemudian menjadi vokalis Jaguar ,band Jakarta yang berbasis horn section.Di awal 80an Freddie juga sempat menjadi vokalis Abadi Soesman Band, lalu ditahun 1980 membentuk Batara Band bersama Debby Nasution,Oding Oding Nasution ,Harry Harry Minggoes dan Yaya Moektio yang kemudian berubah menjadi Cockpit-Band Indonesia di tahun 1982 dengan masuknya Roni Harahap. Disamping itu Freddie juga membentuk FOM Band yang merupakan singkatan dari Friends Of Mine dan kerap diplesetkan menjadi Freddie Orang Maluku.Tahun 1983 Freddie merilis album solo perdananya “Ambon Jazz Rock Reggae” yang diiringi Oding Nasution (gitar),mendiang Wempy Tanasale (bass),mendiang Arman Marah (keyboard) dan Herry F (drums).

(Denny Sakrie)

Album Jazz Rock Reggae Freddy Tamaela (Foto Denny Sakrie)

Album Jazz Rock Reggae Freddy Tamaela (Foto Denny Sakrie)

Dewi Irawan (Pun) Pernah Bikin Album

Aktris peraih Piala Citra Dewi Irawan pun ternyata pernah merilis album rekaman.Walaupun Dewi sendiri merasa bahwa dia tak memiliki kemampuan sebagai vokalis, tapi toh ternyata tawaran untuk membuat album rekaman diterimanya juga pada dasawarsa 80an. bertindak sebagai band pengiringnya adalah Jack Power yang merupakan gabungan antara Jack Lloyd dan Jakarta Power Band.Pemusiknya antara lain adalah Mus Mudjiono (gitar),Gatot (drums),Omdy (bass),Wachid Ajie (trumpet,biola),Herry (keyboard),almarhum Vicky Vendy (saxophone), Lagu yang dijagokan di album ini adalah Janjimu Kunanti karya almarhum A.Riyanto.

Photo: Dewi Irawan nyanyi diiringi Mus Mujiono

Album Janjimu Kunanti – Dewi Irawan (Foto Denny Sakrie)

Erwin Gutawa Dulu Adalah Aktor dan Penyanyi Cilik

Album soundtrack film Sebatang Kara dan Jangan Kau Tangisi yang dibintangi Erwin Gutawa tahun 1973 dan 1974 (Foto Denny Sakrie)

Album soundtrack film Sebatang Kara dan Jangan Kau Tangisi yang dibintangi Erwin Gutawa tahun 1973 dan 1974 (Foto Denny Sakrie)

Jika ingin mendengar Erwin Gutawa menyanyi maka anda harus simak album soundtrack “Sebatang Kara” (1973) dan “Jangan Kau Tangisi (1974). Di kedua film ini Erwin Gutawa menjadi aktor cilik dan ikut menyanyi.Dalam film Sebatang Kara Erwin Gutawa menyanyikan lagu Sebatang Kara dan Tukang Becak berduet dengan Nanin Sudiar.Di film Jangan Kau Tangisi Erwin menyanyikan lagu Taman Pusara,Si Pincang,Si Miskin dan Indonesia Pusaka.

Tak Kan Terulang Lagi – Mona Sitompul (Pramaqua 1977)

Mona Sitompul adalah salah satu dari trio bersaudara Sitompul Sisters yang di era 70an kerap dianggap terpengaruh The Supremes.Kali ini Mona Sitompul bersolo karir dengan musik yang cendrerung bernuansa pop jazz.Musiknya digarap oleh gitaris Jopie Item yang saat itu cenderung memainkan warna jazz rock. Jopie Item didukung oleh sederet pemusik andal yang disatukannya dalam tajuk Jopie Item Combo terdiri atas 3 pemain keyboard masing-masing Alex Faraknimela,Abadi Soesman dan pianis asal Filipina Rommy Katindig, juga ada Karim Suweileh (drums dan perkusi) serta Wempy Tanasale (bass).

Tjok De Fretes and His Kroncong Hawaiian (Pramaqua 1979)

Judul  Album     : Tjok De Fretes and His Kroncong Hawaiian

Artis                      :  Tjok De Fretes

Label                     :  Pramaqua

Tahun Rilis          :  1979

 

Nama lengkapnya adalah George De Fretes,turunan Ambon Belanda yang piawai memainkan gitar Hawaii.Beberapa album-album Tjok De Fretes sebelumnya justru banyak direkam dan dirilis di kawasan Eropah. Namun untuk album ini pihak perekam Pramaqua yang biasanya merekam lagu-lagu rock,jazz dan pop secara tak terduga tertarik dan berminat merilis album milik Tjok De Fretes yang memempelaikan musik kroncong dan Hawaii. Ini tentu sebuah hibrida musik yang unik dan eksotik.

 Photo: Irama Kroncong Hawaii bersama Tjok De Fretes