Skip to content

Titi Menghidupkan Diana

December 20, 2013

Diana (Nasution) memang bukan Rihanna,seperti yang dicelutuki rapper J-Flow dalam lagu “Dasar Lelaki” karya almarhum Melky Goeslaw dalam album “Titi To Diana” nya Titi DJ.Tapi Diana Nasution adalah vokalis pop Indonesia berkarakter kuat yang memiliki sederet hits pada dekade 80-an.Dan menjadi sah sah saja ketika Titi DJ berupaya menghidupkan Diana Nasution lewat 7 lagu yang pernah dinyanyikan Diana dengan lantang pada dekade silam itu.
Lagi lagi sebuah album tribute.Sebuah remake atas karya karya lama yang diungkap dalam industri rekaman yang kian terpuruk dalam sektor penjualan fisik.
Banyak yang suka mencibir jika seorang artis penyanyi melakukan remake atau recycles atau apalah istilahnya.Kadang dituding tidak kreatif lagi.Bahkan yang parah dianggap sudah pudar karir musiknya.Aapalgi jika si artis sudah masuk kategori mulai “berumur”.
Ketika terbetik kabar bahwa salah satu dari Di3va yaitu Titi DJ akan meremake lagu-lagu yang pernah dipopulerkan Diana Nasution di era 80-an,banyak yang pesimis.Apalagi karakter vokal Titi DJ dan Diana Nasution memang laksana antara langit dan bumi.

Album Titi To Diana (Foto Denny Sakrie)

Album Titi To Diana (Foto Denny Sakrie)

Bahkan ketika ada upaya Titi DJ merangkul Diana Nasution untuk ikut menyanyikan Jangan Biarkan karya Hanny Tuheteu,tak sedikit yang meragukannya termasuk saya.Karena saya sendiri tahu persis qua vokal Diana Nasution berikut emphasisnya yang jelas sangat bertolak belakang dengan timbre vokal Titi DJ.Pun dari sisi mazhab musik,baik Titi dan Diana berada di dua kutub musik pop yang berbeda.
Diana Nasution sendiri pun ikut meragukan kemungkin berbaurnya vokal Titi dan dia dalam sebuah harmonisasi yang selaras.Tapi ingat seorang Pavarotti pun pernah mengalami hal yang sama saat berduet dengan jawara blues BB King maupun Bono dan Sting misalnya.
Walaupun tetap tak padu secara warna,namun sesuatu yang kontras pun bisa dianggap sebuah harmoni.Itu pula yang berlangsung pada duet Titi DJ dan Diana Nasution di track no.1 album yang dirilis Trinty Optima ini.
Dalam lagu “Benci Tapi Rindu”,suami Titi gitaris Ovy /rif menyusupkan gaya rock ballad yang bernuansa eighties rock.Sebuah formula cerdik.Karena sesungguhnya lagu “Benci Tapi Rindu” dalam vewrsi orisinal memiliki pola blues rock.Pada lagu “Hapuslah Sudah” terasa nuansa musik gospel melalui arransemen choirnya.Sayangnya terdengar kurang tebal.Andi Rianto bahkan menorehkan kesan grand secara orkestral lewat lagu “Malam Yang Dingin” yang dulu dipopulerkan duet Melky Goeslaw dan Diana Nasution.
Ada 7 lagu yang pernah dinyanyikan Diana Nasution yang diremake Titi DJ seperti “Jangan Biarkan”(Hanny Tuheteru),”Benci Tapi Rindu”(Rinto Harahap),”Hapuslah Sudah” Rinto Harahap),”Sengaja Aku Datang”(Rinto Harahap),”Malam Yang Dingin” (Minggoes Tahitoe),”Dasar Lelaki” (Melky Goeslaw) dan “Aku Tak Tahan Lagi” (Rinto Harahap).
Para juru rias musik seperti Ovy,Andi Rianto dan Yudhis Dwikorana bersumbangsih menata album ini menjadi beragam genrenya.Mulai dari pop rock,R&B dan classy orkestral.
Titi DJ telah melakukan kerja mulia,mendokumentasikan sebagian dari karya musik pop dari amnesia sejarah musik pop yang kerap menggerogoti.

Advertisements

From → pop

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: